Desa Sumberrejo

Kec. Ngombol
Kab. Purworejo - Jawa Tengah

Info
Selamat Datang di Sistem Informasi Desa Sumberrejo, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah

Artikel

Karakter Lisan: Antara Bicara Omong Kosong (Cakap Angin) dan Berbobot

Admin

12 Desember 2023

2.532 Kali dibuka

Pola berbicara terkadang merepresentasikan isinya, terkadang pula tidak secara langsung. Namun, pola berbicara jelas berkonsekuensi atas seberapa tingkat keterukuran dan keefektifan berlangsungnya proses bicara. Dalam pola berbicara omong kosong, pembicara seringkali menggunakan frasa atau klise yang tidak memiliki konten informatif, mengulang-ulang tanpa memberikan tambahan nilai, atau menggunakan bahasa yang ambigu, semaunya, dan seenaknya sehingga sulit dipahami. Fenomena berbicara omong kosong dalam komunikasi memang kini telah menggejala secara signifikan, seperti hoaks yang memiliki pola ketidakjelasan, kebingungan, atau ketidakpercayaan terhadap apa yang menjadi bahan bicara. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), omong kosong bersinonim dengan cakap angin, dalih, celoteh, imajinasi, dan bual. Seseorang yang mendengarkan pembicara omong kosong tampaknya juga beranggapan bahwa omong kosong sering kali hanya membuat risih kemudian berlalu begitu saja tanpa perlu dipercayai kebenarannya. Maksudnya, tidak semua informasi atau ucapan yang kita dengar atau saksikan perlu kita anggap benar atau bernilai penting. Dalam interaksi komunikasi, setiap individu berperan sebagai pembicara yang menyampaikan informasi dan sebagai penerima informasi. Kebohongan, omong kosong, dan bualan sering kali dianggap sebagai hal yang umum dan lazim dalam komunikasi sehari-hari.

Kita sering kali terpapar oleh banyak informasi dan pendapat yang beredar. Tidak semua dari itu layak untuk dipercaya atau dijadikan pegangan. Banyak dari mereka hanya berupa klaim atau omongan yang tidak memiliki dasar yang kuat atau tidak disertai dengan bukti yang memadai. Oleh karena itu, kita perlu berhati-hati dalam memilih mana yang perlu kita yakini dan mana yang tidak. Ada juga situasi di mana orang-orang hanya berbicara atau mengungkapkan pendapat tanpa mempertimbangkan kebenaran atau keakuratan informasi yang mereka sampaikan. Mereka mungkin memiliki motif pribadi atau tujuan tertentu dalam melakukan hal tersebut. Dalam hal ini, penting bagi kita untuk menggunakan rasa kritis dan evaluasi yang objektif dalam menilai informasi yang kita terima. Kemungkinan salah satu alasan mengapa fenomena ini belum mendapatkan perhatian khusus adalah karena berbicara omong kosong, seringkali dianggap sebagai masalah individual yang sulit untuk ditangani secara kolektif. Selain itu, pengenalan dan identifikasi omong kosong juga dapat menjadi tantangan, karena orang-orang dapat terampil dalam memanipulasi informasi atau menyampaikan omong kosong dengan cara yang terlihat meyakinkan.

Namun, penting untuk memahami bahwa kebohongan, omong kosong, dan bualan dapat memiliki dampak yang merugikan pada hubungan antarindividu, kepercayaan, dan kualitas komunikasi secara keseluruhan. Oleh karena itu, penyelidikan dan pemahaman yang lebih mendalam tentang fenomena ini perlu dilakukan. Omong kosong yang kini telah sering melekat dan telah menjadi bagian dari budaya komunikasi, penting untuk tidak serta merta membenarkan praktek-praktik tersebut. Artinya, omong kosong jika terpaksa harus diterima maka menilik arti dalam KBBI, Subechi (2020) menyatakan bahwa omong kosong seperti sudah disinggung di awal memang lebih mudah diinterpretasikan sebagai suatu kebohongan tanpa arti. Akan tetapi, apabila pendengar mencoba mendengarkan dengan saksama dan tanpa bias, sesungguhnya omong kosong dapat diasumsikan sebagai sebuah tindak improvisasi dari penuturnya walupun sebenarnya secara perbandingan jauh berbeda dengan berbicara yang berbobot.

Omong kosong atau nonsens tidak dimaksudkan untuk menghasilkan keyakinan yang salah pada pendengar tentang suatu topik tertentu. Sebaliknya, tujuan utama dari omong kosong adalah menciptakan falsifikasi pada pikiran pendengar mengenai apa yang sedang dipikirkan oleh pembicara. Dalam konteks ini, omong kosong tidak bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat atau benar kepada pendengar. Sebaliknya, ia menggunakan kata-kata atau kalimat yang tidak memiliki makna atau relevansi yang jelas untuk menciptakan efek psikologis pada pendengar. Hal ini dapat mengacu pada penggunaan bahasa yang ambigu, pengulangan tanpa tujuan yang jelas, atau penggunaan frase yang terdengar mengesankan tetapi tidak memiliki substansi yang signifikan. Dengan menggunakan omong kosong, pembicara dapat menciptakan kesan bahwa mereka memiliki pemahaman yang mendalam atau pengetahuan yang luas tentang suatu topik, padahal sebenarnya tidak ada isi yang berarti dalam apa yang mereka sampaikan. Tujuan dari penggunaan omong kosong ini dapat bervariasi, seperti untuk memperlihatkan kecerdasan atau keahlian retorika, mengalihkan perhatian dari isu yang lebih penting, atau menciptakan efek humor/hiburan.

Berbanding terbalik dengan berbicara berbobot, berbicara berbobot memiliki perbedaan yang kontras. Kekontrasannya menghasilkan signifikansi penting yang justru membuat berbicara berbobot dinilai lebih berkualitas dan superior secara potensinya. Sumber proliferasi berbicara berbobot sebenarnya tergantung pada beberapa lingkup faktor yang kombinatif, seperti aspek pengetahuan; keahlian; kontribusi pengalaman; hingga yang tak kalah pentingnya untuk dicatat adalah sikap mengenai bagaimana kemampuan komunikasi/berbicara yang baik/”rapi” itu sendiri. Seseorang yang memiliki pengetahuan mendalam dan keahlian yang mumpuni dalam bidangnya cenderung dapat berbicara dengan bobot yang lebih besar. Mereka memiliki pemahaman yang mendalam tentang topik yang mereka bahas dan tentu saja akan sangat mampu mengemukakan argumen yang kuat.

Pengalaman hidup juga dapat mempengaruhi berbicara berbobot seseorang. Seseorang yang memiliki pengalaman luas dalam suatu bidang atau memiliki pengalaman hidup yang beragam cenderung memiliki wawasan yang lebih dalam dan dapat berbicara secara lebih berbobot. Kemampuan berkomunikasi yang baik: Kemampuan berkomunikasi yang baik termasuk kemampuan menyampaikan informasi secara jelas, mengorganisir pikiran dengan baik, dan menggunakan bahasa yang tepat. Seseorang yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik dapat menyampaikan pesan dengan bobot yang lebih besar.

Sewajarnya dan sejatinya sebagai manusia, kita berkebebasan dan bertanggung jawab untuk bersikap memilih bagaimana kita hendak berbicara. Kita bisa memilih untuk berbicara secara berbobot, memberikan makna yang mendalam, dan membangun pemahaman yang lebih baik antarsesama. Kita juga bisa memilih untuk menghindari berbicara omong kosong, manipulasi, dan berusaha untuk menjadi komunikator yang berintegritas/bertanggung jawab. Dalam setiap interaksi/komunikasi, penting untuk secara sadar memahami bahwa ketersampaian ujaran atas kata-kata kita memiliki sesuatu yang dinamakan/disebut “nilai” dan citra. Bicara berbobot dapat menjadi alat potensial pencapai tujuan konkret dan bermakna. Sebaliknya, hakikat berbicara omong kosong hanya cenderung akan mengurangi kualitas proses komunikasi yang efektif dan produktif meskipun dengan adanya keperluan tertentu, seperti selingan atau basa-basi yang berlebihan (tidak proporsional).

Form Komentar

Nama
Telp./HP
E-mail

Komentar

Kirim Komentar

Captha
Matematic

Komentar Facebook

Aparatur Desa

Kepala Desa

SUGITO

LATIF UBAIDILLAH, S. Pd.

LATIF UBAIDILLAH, S. Pd.

Sekretaris Desa

GUNAWAN ABDUL HARIS, S.E.

GUNAWAN ABDUL HARIS, S.E.

KASI PEMERINTAHAN

SUPRIYATIN ACHMAD

SUPRIYATIN ACHMAD

KASI PELAYANAN

RISTO

RISTO

KASI KESRA

SUPARTANA

SUPARTANA

KAUR KEUANGAN

AMAT QORIB

AMAT QORIB

KEPALA DUSUN II

AMINUDDIN AZIZ

AMINUDDIN AZIZ

KAUR PERENCANAAN

LOI TIARA

LOI TIARA

KEPALA DUSUN I

YOGA PRASTOWO

YOGA PRASTOWO

KAUR TATA USAHA DAN UMUM

SUYANTO

SUYANTO

KEPALA DUSUN III

Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri

Desa Sumberrejo

Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah

Agenda

Belum ada agenda terdata

Sinergi Program

Komentar

Media Sosial

Statistik Pengunjung

Hari ini:48
Kemarin:70
Total:48.342
Sistem Operasi:Unknown Platform
IP Address:216.73.217.34
Browser:Mozilla 5.0

Transparansi Anggaran

APBDes 2022 Pelaksanaan

Pendapatan

AnggaranRealisasi
Rp 1.486.005.720,00Rp 1.462.628.244,00

Belanja

AnggaranRealisasi
Rp 1.444.381.305,00Rp 1.291.406.755,00

Pembiayaan

AnggaranRealisasi
Rp 128.375.585,00Rp 128.375.585,00

APBDes 2022 Pendapatan

Hasil Aset Desa

AnggaranRealisasi
Rp 228.200.000,00Rp 218.500.000,00

Lain-lain Pendapatan Asli Desa

AnggaranRealisasi
Rp 600.000,00Rp 769.124,00

Dana Desa

AnggaranRealisasi
Rp 680.688.000,00Rp 680.688.000,00

Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi

AnggaranRealisasi
Rp 46.155.400,00Rp 40.397.600,00

Alokasi Dana Desa

AnggaranRealisasi
Rp 301.362.320,00Rp 293.273.520,00

Bantuan Keuangan Provinsi

AnggaranRealisasi
Rp 205.000.000,00Rp 205.000.000,00

Bantuan Keuangan Kabupaten/kota

AnggaranRealisasi
Rp 24.000.000,00Rp 24.000.000,00

APBDes 2022 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa

AnggaranRealisasi
Rp 583.287.485,00Rp 560.072.375,00

Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa

AnggaranRealisasi
Rp 316.510.700,00Rp 314.292.980,00

Bidang Pembinaan Kemasyarakatan

AnggaranRealisasi
Rp 35.300.000,00Rp 28.100.000,00

Bidang Pemberdayaan Masyarakat

AnggaranRealisasi
Rp 218.176.600,00Rp 180.141.400,00

Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa

AnggaranRealisasi
Rp 291.106.520,00Rp 208.800.000,00

Lokasi Kantor Desa

Latitude:-7.8069479
Longitude:109.9256006

Desa Sumberrejo, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo - Jawa Tengah

Buka Peta

Wilayah Desa